Wujudkan 1 Juta Kreator Berkualitas, Bizlab Meluncurkan Sekolah Konten

Bagikan

Semarang, 11 September 2021.

PT. Generasi Karya Indonesia (Bizlab) semakin melebarkan sayap di industri digital. Setelah meluncurkan produk Subsdaily dan Bos Konten, kini PT Generasi Karya merilis produk “Sekolah Konten”. Dengan dukungan beberapa pihak seperti, Canva Indonesia, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf)/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf), Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, Impala Network, Hetero Space, dan Gmedia, diharapkan Sekolah Konten mampu berdampak bagi masyarakat Indonesia. Acara launching ini dilakukan melalui Zoom Meeting.

Peresmian Sekolah Konten pada tanggal 11 September 2021 dihadiri perwakilan dari Kemenparekraf RI, Dinas UMKM Provinsi Jawa Tengah dan Canva.

Saat ini konten menjadi komoditas utama media digital baik menjadi yang diperjual belikan atau media informasi itu sendiri. Konten memiliki arti informasi yang tersedia melalui media dan produk elektronik. “Sekolah Konten berdiri atas keresahan banyak pihak terutama pemilik usaha kecil menengah yang kesulitan menjangkau media digital seiring dengan perbedaan cara menyampaikan informasi pemasaran. Menurut data Martech Adviser, nilai konten atau valuasi industri konten kreatif 2023 diproyeksikan mencapai nilai 134 triliun rupiah, pangsa pasar konten digital diprediksi pada 2030 hingga 534 triliun rupiah.” Tutur Aditya Putra selaku Founder Bizlab.

Data dan fakta tersebut memotivasi untuk menghadirkan Sekolah Konten untuk menghadirkan sekolah kepada masyarakat indonesia dengan mengusung misi untuk menghadirkan 1 juta kreator berkualitas. Sekolah Konten mengusung metode pelatihan intensif virtual yang berdurasi 2-3 bulan untuk 1 angkatan belajar. Hingga saat ini, kreator pemula kesulitan bersaing dengan kreator yang berpengalaman, namun dengan program siap kerja dan kolaborasi bersama partner dan juga Bos Konten, Sekolah Konten dapat menjadi bekal portofolio untuk bersaing di dunia kerja nantinya. 

Ibu Selliane, selaku Direktur Tata Kelola Ekonomi Digital Kemenparekraf/ Baparekraf menyambut hangat adanya inisiasi berdirinya Sekolah Konten. Beliau juga menambahkan bahwa 90% pengguna internet menjadi penikmat konten, dan hanya 10% yang merupakan kreator konten. Diharapkan jumlah tersebut meningkat dengan adanya Sekolah Konten. Sejatinya konten lekat dengan berbagai ilmu, seperti ilmu perpustakaan, dokumentasi informasi dan komunikasi, jurnalistik dan ilmu lainnya. Kemudian, mengakhiri sambutannya, beliau meresmikan berdirinya Sekolah Konten “Semoga dengan ini tercipta 1 juta kreator yang berkualitas. Selamat dan sukses kepada PT. Generasi Karya Indonesia, diharapkan memberikan inspirasi generasi muda di era digital sebagai kreator konten yang impactful dan memanfaatkan media digital dengan bijak. Saya resmikan berdirinya Sekolah Konten.“ Annisa Jasmine, selaku perwakilan Canva Indonesia di bidang Afiliate dan Partnership juga memberi sambutan dengan tema “Berdayakan Indonesia untuk Mendesain”. 

Acara ini juga menghadirkan dua sesi talk show. Sesi talk show pertama bertema “Sudut Pandang Masa Depan Konten dari Industri”. Sesi pertama ini dihadiri oleh Enricko Lukman selaku Co-Founder ContentGrow, Hatta Hatnansya Yunus selaku Kepala Balatkop UKM Provinsi Jawa Tengah serta Ghozian Aulia Pradhana selaku Dosen Vokasi Universitas Diponegoro. Pada sesi ini, dibahas masa depan industri konten dilihat dari 3 sudut pandang. Pertama, dari ContentGrow yang merupakan Startup Freelance Indonesia. Beliau menuturkan bahwa Kebutuhan content marketing sedang bertumbuh sejalan dengan banyaknya UMKM yang Go Digital. 

Kedua, Pak Hatta selaku Kepala Balatkop UKM menambahkan bahwa pelatihan-pelatihan yang dilaksanakan sudah disesuaikan dengan media digital, namun terdapat kendala pada pelaku usaha yang masih kurang memahami pentingnya konten bagi pemasaran. Ketiga, dalam sudut pandang pendidikan, kesiapan dunia pendidikan vokasi untuk masuk ke industri kreatif. Lulusan vokasi langsung ditujukan ke dunia industri, lulusannya, levelnya sama dengan Sarjana tetapi punya kemampuan untuk mengaplikasikan, mengkaji, mendesain dan siap terintegrasi di industri. 

Setelah sesi 1 berakhir, dilanjutkan dengan sesi 2 yang mengusung tema “Strategi Content Marketing di Era Pandemi”. Pada sesi ini dihadirkan Thea Anastasia selaku pelaku usaha, Muhammad Pradytio selaku Business and Program Director Impala Network, dan juga Septi Amadea selaku Content Creator. Ketiga narasumber tersebut menuturkan bahwa kebutuhan konten saat ini sangat besar, metode pemasaran pun juga harus menggunakan konten agar menarik pembeli.


Bagikan

Tinggalkan Balasan